I know. Of course I have always known that I have been a really bad blogger, as usual. I am really sorry but since the last time I posted this, things haven't been really going according to the plan.
To refresh your memory (or you can just see the previous post) my plan was to make a Buffy-inspired opening credits to Glee. Tentu saja hal itu, bersamaan dengan ratusan rencana lain yang gue tulis di blog ini, tidak benar-benar berjalan dengan mulus. (Sebagai pembelaan, gue sudah menyelesaikan sekitar 40% dari video itu).
Jadi, apa yang menghadang di tengah itu semua?
Well, sebenarnya tidak jauh-jauh juga sih dari Glee. Meet Slushied! Clothing, the new project I made together with my bud, Erick.
Proyek yang tadinya hanya main-main dan dimulai dari keputusasaan kita berdua karena bokek, akhirnya benar-benar sudah berjalan setengahnya sekarang. Sejauh ini, kloter pertama kaos yang kita jual sudah memasuki sesi produksi. Simpel, sih kaosnya. Well, you can check our lapak Kaskus to find out more about the tees.
Setelah gue benar-benar mencoba mengerjakan proyek ini, gue pun mulai berpikir: ternyata kalau kita niat belajar dan mencoba, sebenarnya kita bisa aja melakukan sesuatu yang kita pikir tadinya gak mungkin.
Hm, mungkin kamu, (yup, kamu yang lagi baca tulisan ini sekarang) juga punya hal seperti itu di kepala. Hal yang selama ini kita pikirin "Ih, kayaknya asik deh kalau bisa (isi harapan kamu di sini)" tapi kemudian hal itu buru-buru kita tepis dengan bilang "Ah, tapi kan gue gak ngerti beginian" atau semacamnya.
You know what?
Mungkin sekarang waktunya kita coba bareng-bareng hal-hal tersebut. Kalau gak sekarang, mungkin sudah terlalu terlambat untuk memulainya lagi di kemudian hari. Ya kan? :D
P.S. Dan ini membuat gue teringat dengan proyek novel bersama gue dengan Cornie yang sudah terlambat 2 tahun. Er. I guess, setelah ngomong begini, gak ada lagi excuse untuk bilang "gak bisa", ya? *dibunuh Cornie*
The One With a Guilt
Pernah gak kamu ngerasa, begitu peduli dan khawatirnya kamu dengan seseorang sampai ke titik di mana kamu berharap kamu semestinya gak usah pernah kenal orang itu sehingga dengan demikian kamu tidak usah sebegitu anxious-nya mengkhawatirkan dia sekarang?
Tapi kemudian, kalau kamu tidak pernah kenal orang itu, berarti kamu tidak akan pernah berusaha untuk membantunya selama ini dan hal itu hanya membuat kamu merasa makin khawatir, akan seperti apa jadinya orang itu saat ini kalau kamu tidak pernah ada buat dia.
Akan tetapi, kalau kamu memang tidak pernah kenal dia dari awal, maka kamu tidak akan pernah tahu ada orang itu sehingga berarti kamu tidak akan pernah khawatir saat ini. Tapi karena, sekarang kamu sudah mengenalnya, kamu jadi merasa bersalah karena telah memikirkan hal seburuk itu sebelumnya.
Membingungkan ya?
Well, that is what I've been feeling recently. Ada yang kira-kira mengerti maksud gue?
P.S. Based on my blog's feedjit live, that Oslo Guy (well, I assumed it's a guy. Call me sexist) had been coming to this blog quite often. Gue berani bertaruh dia salah seorang teman gue merujuk asal masuknya ke blog ini yaitu melalui link dari Facebook gue. Hanya saja pertanyaannya sekarang: siapa dia?
P.P.S. Walaupun mungkin saja ada kemungkinan lokasi Oslo hanya muncul setiap kali orang-orang menggunakan Opera Mini dari HP sebagai browsernya. (Benarkah demikian?) Karena semua traffic Oslo Guy menggunakan Opera Mini. Note to self: coba buka blog sendiri dengan Opera Mini.
P.P.P.S. Am getting obsessed with little things that don't really matter. Sighs. Anyway, hello to YOU, my dearest blog reader, wherever you are.
P.P.P.P.S. I still have no idea whatsoever I should do with this blog (and my life). Well, sambil menunggu tujuan hidup gue dibentangkan di depan mata, gue mencoba mengerjakan sesuatu semacam ini lagi:
Hanya saja kali ini, bukannya Charmed, gue memakai Buffy. Dan bukannya film indie gue, gue memakai Glee. Yay.
Tapi kemudian, kalau kamu tidak pernah kenal orang itu, berarti kamu tidak akan pernah berusaha untuk membantunya selama ini dan hal itu hanya membuat kamu merasa makin khawatir, akan seperti apa jadinya orang itu saat ini kalau kamu tidak pernah ada buat dia.
Akan tetapi, kalau kamu memang tidak pernah kenal dia dari awal, maka kamu tidak akan pernah tahu ada orang itu sehingga berarti kamu tidak akan pernah khawatir saat ini. Tapi karena, sekarang kamu sudah mengenalnya, kamu jadi merasa bersalah karena telah memikirkan hal seburuk itu sebelumnya.
Membingungkan ya?
Well, that is what I've been feeling recently. Ada yang kira-kira mengerti maksud gue?
P.S. Based on my blog's feedjit live, that Oslo Guy (well, I assumed it's a guy. Call me sexist) had been coming to this blog quite often. Gue berani bertaruh dia salah seorang teman gue merujuk asal masuknya ke blog ini yaitu melalui link dari Facebook gue. Hanya saja pertanyaannya sekarang: siapa dia?
P.P.S. Walaupun mungkin saja ada kemungkinan lokasi Oslo hanya muncul setiap kali orang-orang menggunakan Opera Mini dari HP sebagai browsernya. (Benarkah demikian?) Karena semua traffic Oslo Guy menggunakan Opera Mini. Note to self: coba buka blog sendiri dengan Opera Mini.
P.P.P.S. Am getting obsessed with little things that don't really matter. Sighs. Anyway, hello to YOU, my dearest blog reader, wherever you are.
P.P.P.P.S. I still have no idea whatsoever I should do with this blog (and my life). Well, sambil menunggu tujuan hidup gue dibentangkan di depan mata, gue mencoba mengerjakan sesuatu semacam ini lagi:
Hanya saja kali ini, bukannya Charmed, gue memakai Buffy. Dan bukannya film indie gue, gue memakai Glee. Yay.
The One Where I Exactly Know Where the Heck Oslo Is
Setelah sekitar sembilan jam tidur pulas dari jam lima subuh sampai jam dua siang, akhirnya gue terbangun juga dan mendapati sudah ada beberapa pengunjung ke blog yang baru di-reboot ini. Thanks to the live traffic feed from Feedjit.
Anyway, dari situlah kemudian gue menemukan ada beberapa pengunjung dari tempat-tempat yang tidak diduga. Weird. Kenapa ada seseorang dari belahan dunia entah di mana (Oslo itu di mana sih?) tiba-tiba datang ke blog ini. Well, I guess they were just some misguided browsers. Poor souls you are. (Dan tentu saja, Oslo adalah ibukota Norwegia--tentu saja gue tahu itu! Siapa yang tidak tahu kalau Oslo ada di Norwegia!?).
Ngomong-ngomong tentang blog ini, satu hal yang baru gue sadari, header blog ini (dengan apel--BUKAN tomat--dan pisau berdarah-darahnya), entah mengapa di kepala gue terlihat seperti.... header untuk blog kuliner.
...
OMG.
Cause I was aiming to be like this macho, cool, mysterious, tempting dude, of course! (Oke, silahkan muntah di tempat yang sudah disediakan, saudara-saudara sekalian). I meant, wouldn't it be cool having bloody knife alongside this temptation fruit? Misterius dan mengundang. Keren dan seksi. Woo-hoo. (Memangnya kau bikin blog tentang apa sih, Droo?).
Dan semua itu tentu tidak akan tercapai kalau-kalau citra yang justru disampaikan dari header ini adalah: "Halo, saya Droo dan saya suka memotong tomat." Oke, bukannya gue ada apa itu dengan para pria-pria pemotong tomat.
Ah, sudahlah.
Mungkin gue akan menambahkan cipratan darah di sana-sini layout blog ini untuk memperkuat kesan garang. (Ya, anda tidak salah membaca. Memang sedemikian sempitnya cara pikir laki-laki ini). Oooh, tambahkan tengkorak juga kayaknya lucu. Hmm. *keasyikan sendiri*
Anyway, di postingan terakhir gue bicara tentang bagaimana gue ingin menjadikan blog ini sebagai sebuah dokumentasi akan proyek yang ingin gue lakukan. Terdengar ambisius dan menarik, ya? Hanya saja masih ada satu masalah: gue TIDAK tahu proyek apa yang mau gue buat (!).
Oke, gue sudah ada beberapa bayangan di kepala. Mungkin akan jadi salah satu dari antara beberapa proyek-corny-dan-murahan ini.
Oke, sebenarnya baru itu saja yang terpikir oleh gue. Tapi satu saja sudah cukup inspirasional kan. Hmm, mungkin sebaiknya gue memulai menulis tentang berat badan gue sekarang dan bagaimana perjuangan inspirasional gue menurunkan berat badan lagi. Aaaaah.
I guess I have to start thinking seriously about this project. (Nah, sekarang di mana nugget goreng dan kentang goreng yang kemarin gue beli? I need some serious calories booster while I am thinking!).
P.S. Guess it is not a really good idea, eh?
P.P.S. Untuk menambah bukti, tentu saja gue tahu di mana Oslo itu berada! In fact, gue tentu saja juga sudah tahu dari awal kalau Oslo merupakan tempat bersejarah dalam perkembangan politik internasional yang ditandai oleh Persetujuan Damai Oslo (yang secara resmi juga disebut sebagai: "Deklarasi Prinsip-Prinsip Fasilitasi Pemerintahan Sendiri Secara Sementara"). See? Hanya orang-orang yang sudah tahu tentang Oslo sejak awal yang mengerti tentang ini.
Anyway, dari situlah kemudian gue menemukan ada beberapa pengunjung dari tempat-tempat yang tidak diduga. Weird. Kenapa ada seseorang dari belahan dunia entah di mana (Oslo itu di mana sih?) tiba-tiba datang ke blog ini. Well, I guess they were just some misguided browsers. Poor souls you are. (Dan tentu saja, Oslo adalah ibukota Norwegia--tentu saja gue tahu itu! Siapa yang tidak tahu kalau Oslo ada di Norwegia!?).
Ngomong-ngomong tentang blog ini, satu hal yang baru gue sadari, header blog ini (dengan apel--BUKAN tomat--dan pisau berdarah-darahnya), entah mengapa di kepala gue terlihat seperti.... header untuk blog kuliner.
...
OMG.
Cause I was aiming to be like this macho, cool, mysterious, tempting dude, of course! (Oke, silahkan muntah di tempat yang sudah disediakan, saudara-saudara sekalian). I meant, wouldn't it be cool having bloody knife alongside this temptation fruit? Misterius dan mengundang. Keren dan seksi. Woo-hoo. (Memangnya kau bikin blog tentang apa sih, Droo?).
Dan semua itu tentu tidak akan tercapai kalau-kalau citra yang justru disampaikan dari header ini adalah: "Halo, saya Droo dan saya suka memotong tomat." Oke, bukannya gue ada apa itu dengan para pria-pria pemotong tomat.
Ah, sudahlah.
Mungkin gue akan menambahkan cipratan darah di sana-sini layout blog ini untuk memperkuat kesan garang. (Ya, anda tidak salah membaca. Memang sedemikian sempitnya cara pikir laki-laki ini). Oooh, tambahkan tengkorak juga kayaknya lucu. Hmm. *keasyikan sendiri*
Anyway, di postingan terakhir gue bicara tentang bagaimana gue ingin menjadikan blog ini sebagai sebuah dokumentasi akan proyek yang ingin gue lakukan. Terdengar ambisius dan menarik, ya? Hanya saja masih ada satu masalah: gue TIDAK tahu proyek apa yang mau gue buat (!).
Oke, gue sudah ada beberapa bayangan di kepala. Mungkin akan jadi salah satu dari antara beberapa proyek-corny-dan-murahan ini.
Daftar Proyek-proyek Dalam Kepala Droo Yang Mungkin Akan Menjadi Proyek Sesungguhnya Blog Ini Untuk Beberapa Waktu Ke Depan
oleh Andrew Handisurya
- Mungkin ini bisa menjadi salah satu blog yang membahas tentang perjuangan penulisnya menurunkan berat badan. You know, I have always been having problems with my weight ever since. Wouldn't this be nice? I would be inspiring other people who have the same problem like me to do the same.. Oooh, cita-cita yang sangat mulia sekali.
- Bisa jadi blog yang
- Lalala
Oke, sebenarnya baru itu saja yang terpikir oleh gue. Tapi satu saja sudah cukup inspirasional kan. Hmm, mungkin sebaiknya gue memulai menulis tentang berat badan gue sekarang dan bagaimana perjuangan inspirasional gue menurunkan berat badan lagi. Aaaaah.
I guess I have to start thinking seriously about this project. (Nah, sekarang di mana nugget goreng dan kentang goreng yang kemarin gue beli? I need some serious calories booster while I am thinking!).
P.S. Guess it is not a really good idea, eh?
P.P.S. Untuk menambah bukti, tentu saja gue tahu di mana Oslo itu berada! In fact, gue tentu saja juga sudah tahu dari awal kalau Oslo merupakan tempat bersejarah dalam perkembangan politik internasional yang ditandai oleh Persetujuan Damai Oslo (yang secara resmi juga disebut sebagai: "Deklarasi Prinsip-Prinsip Fasilitasi Pemerintahan Sendiri Secara Sementara"). See? Hanya orang-orang yang sudah tahu tentang Oslo sejak awal yang mengerti tentang ini.
Langganan:
Entri (Atom)
