05 November 2009
The One With the Wish List
Wew. Sudah mau ulang tahun gue lagi? Cepet juga ya setahun berlalu, gak kerasa juga.
Yeah, gue tau, gue sudah menjadi blogger yang sangat, sangat buruk. Gue juga sudah menjadi penulis yang sangat buruk (gue udah janji ke Harnadi bakal bikin cerpen untuk KG Shortfest, tapi gak ketulis-tulis. Proyek novel gue dengan Cornie juga WIP melulu). Mungkin memang sekarang sudah bukan jamannya nulis yang panjang-panjang. *keasyikan main di Twitter sampai males nulis panjang-panjang* Hidup microblogging. :p
Anyway, mengikuti jejak seorang teman, gue pun ikut-ikutan menulis wish list untuk ulang tahun gue kali ini. Mari kita mulai saja daftar ini. (Ah, don't we all just love making list?)
Daftar Hal-hal Yang Saya Harapkan di Ulang Tahun Kali Ini
oleh Andrew Handisurya
oleh Andrew Handisurya
1. A surprise would be nice, but I won't expect too much. Seseorang sudah ingat gue berulangtahun saja juga sudah cukup menggembirakan--mengingat saat hari H gue sedang berada di desa KKN gue yang terpencil-banget-sampai-sinyal-XL-saja-tak-ada.
Mengerikan ya. Bagaimana XL bisa begitu berbohongnya tentang "jaringan luas" mereka.
2. Any self-made presents would be awesome. Seperti misalnya cek Rp 500000 yang anda tandatangani sendiri dan bisa saya cairkan di bank terdekat.
3. Shirts or pants would be splendid. Semenjak penurunan-berat-badan-misterius kemarin, baju-baju gue terlihat seperti karung goni warna-warni setiap gue kenakan. Jangan buat gue bercerita tentang celana panjang gue...
Yang jelas, sangat menarik sekali betapa celana gue bisa turun nomor sampai ke ukuran 34 (baca: TIGA EMPAT. TIGA EMPAT, ya sodara-sodara. Ukuran celana baru saya TIGA EMPAT. Ingat, jangan sampai salah). Well, baju-baju gue juga mengecil dari ukuran XL ke M-L (baca: Em el. EM EL).
...
Eh, apa? Kenapa mengulang ukuran pakaian saya sampai berkali-kali di sini?
Ah, gak ada maksud apa-apa kok. *siul-siul*
4. Dumbbells are awesome. Multifungsi dan bisa saya gunakan sebagai pemberat kertas-kertas fotokopian yang menumpuk di kamar.
5. Sejak menonton Glee, serial televisi musikal tentang sekelompok anak-anak aneh seperti gue, gue merasa hidup gue kurang... musikal. That's why I've been craving for this mp4 player. Bayangkan betapa kita bisa langsung berjoget di atas bus Damri, setiap kali kita menginginkannya dan TINGGAL MENYALAKAN MP4 PLAYER INI ("Julia Perez - Belah Duren" tentu saja sebagai lagu pengiringnya).
6. Books. Lots and lots of books. Gue lagi tertarik dengan novel teenlit mash-up Princess Diaries dan Alias ini. Seandainya saja Cornie (yang menerjemahkan buku ini BTW) mau memberikan kopi contoh gratisnya.
7. Shoes. I desperately need some semi-formal shoes. Gue hanya punya satu pasang pantofel super resmi, dan satu pasang sepatu Converse-converse-an warna kuning telor. I need something in between.
8. 6 months subscription to local gym. Kita harus membuang jauh-jauh perut one-big-pack ini.
9. Dan, last but not least, yang gue harapkan di ultah kali ini cuma... seseorang di samping gue. Bukan seseorang spesifik, tapi siapapun, teman-teman, yang masih cukup peduli dan ikut senang bersama gue. :) Gue tidak butuh nomor satu sampai delapan di atas, gue hanya butuh kamu, yeah, kamu yang lagi baca ini, untuk ada di samping gue. We'll talk and laugh until night comes again--and it will be my best birthday present ever.
P.S. Dan tentu saja, gue juga mengharapkan perdamaian dunia. #missuniverse
09 September 2009
The One With the Naked Truth
I know I've been a bad, bad blogger. Rasa-rasanya sudah sewindu semenjak gue terakhir meng-update blog ini. Itu pun cuma copy paste dari note forwardan Buku Wajah. Shame on me, dude.
Anyway, how's life?
Mine's been up and down, as always. Bukanlah hidup gue, kalau tanpa intrik dan drama. Kita semua tahu itu. :P Tapi, recently, sebagaimana gue ceritakan di post terakhir gue itu, gue sudah mulai bisa menerima dan mencintai drama ini. :D
Jadi, apa plot terbarunya sekarang?
Well, kalau kamu pembaca blog ini semenjak bertahun-tahun lalu, kamu pasti tahu salah satu isu yang sering sekali muncul di sini. Yeah, my weight. Berat badan gue yang mengerikan itu.
Gue selalu punya masalah dengan berat semenjak kecil. Man boobs were definitely no strangers back then when I was a kid. Hidup sempat sedikit membaik saat pubertas dan tinggi badan gue bertambah. Untuk periode satu tahun yang singkat, akhirnya gue bisa merasakan bagaimana rasanya berbadan ideal dan berwajah tirus. Tapi kemudian hanya dalam dua tahun saja, berat badan gue melonjak sampai DUA PULUH KILO. Dari 65 sampai 85 kilo.
Mungkin pernah sampai 90 kilo. Entahlah. I lost track at some time. It was high school. My only true friend was food. I knew I was big, but I didn't know I was THAT FAT. Recently, gue melihat beberapa foto yang diambil masa-masa tersebut, dan gue tidak mengenal siapa orang yang ada di sana.
I was like... GIGANTIC.
Dengan tinggi sekitar 175 cm, itu sudah cukup menempatkan BMI gue pada resiko tinggi penyakit DM.
But it certainly didn't stop me for being hungry. I have always been hungry, tapi jarang sekali merasa kenyang. Baru belakangan ini gue menyadari apa yang sebenarnya membuat gue lapar.
Gua lapar akan pengakuan.
If you've been reading this blog since that time, you must have known I wasn't happy. This blog was definitely just a happy story about one unhappy boy. :P
Anyway, so I've been struggling with weight ever since. Gue selalu menempatkan "menurunkan berat badan" sebagai salah satu New Year's resolution gue, tapi rasa-rasanya tidak ada perubahan. Sampai-sampai gue menjadikan berat badan ini sebagai running joke di blog ini. Well, sad joke.
Dan hal itu tidak terlalu berubah akhir liburan panjang kemarin. Gue meletakkan "menurunkan berat badan" sebagai salah satu objectives gue. Well, awalnya sih oke-oke aja, tapi lama-lama I just couldn't resist the temptation of over-indulging. Dan kemudian gue pun mulai menyerah dan melupakan masalah ini (lagi).
So, I tried other things. Changing hairstyle. Changing fashion sense. Playing DDR (ini salah satu usaha untuk mengeksiskan diri desperately. I have this weird belief, dengan jago main DDR, kehidupan sosial akan lebih membaik). Setidaknya, ketika gue kembali liburan dan gain a bit weight, gue bisa mengatakan excuse liburan sebagai penyebab kenaikan berat tersebut.
And then I was shocked like hell waktu hari pertama kuliah, karena mendadak semua orang mengomentari rambut gue, baju gue dan (yang paling gue gak duga-duga) berat badan gue.
"Drooo!! Kurusan ya looo?"
"Cieeee, yang sekarang kurus!"
"Diet ya pas liburan?"
And I was like, WHAT?
Reaksi pertama gue, senang karena akhirnya ada juga yang memuji gue kurusan. Reaksi kedua gue, bingung, karena gue merasa gue tidak melakukan apapun. Dan reaksi ketiga gue, malu. Gue merasa malu pada teman-teman yang udah salah melihat dan tertipu dengan (mungkin) baju gue yang strip vertikal, gelap-gelap gimana gitu.
Seriusan.
Malamnya gue depresi.
Gue malu parah. Malu kalau teman-teman menyadari sebenarnya tidak ada yang berubah secara fisik dari gue. Gue masih Andrew, si big dude dengan awkward look. Malu kalau teman-teman nanti menyadari kalau semua itu hanya ilusi dari baju yang gue pakai semata.
Aneh ya? Momen yang gue tunggu-tunggu selama ini justru membuat gue sedih dan tertekan banget. Fakta bahwa gue tidak bisa embracing hal ini membuat gue semakin depressed dan sedih.
I looked at the mirror, dan untuk pertama kalinya dalam hidup, gue tidak mengenal orang yang ada di sana. Gue hanya melihat seorang bocah yang berusaha terlalu keras untuk bisa dikenali teman-temannya sampai tidak tahu siapa dirinya sendiri.
First days were hard. Gue yakin selama seminggu pertama, gue menjadi anorexic. I stopped eating like I used to be. Mostly, karena sedang bulan puasa juga, but I just didn't want to eat. Gue cuma tidak ingin menambah lemak di perut ini. I pushed my self way too hard. Gue bilang, gue cuma pengen bisa main DDR, but I just had this hidden agenda. I checked the scale regularly dan menemukan berat badan gue naik-turun macam yoyo hanya dalam hitungan jam. Menyadari itu akibat dehidrasi, I started drinking less water.
Dan beberapa efeknya segera terlihat segera. Beberapa efek baik. Beberapa tidak begitu. Dan gue baru menyadarinya beberapa hari terakhir ini.
It is now still in the second week.
I'm still struggling. I am now a 79 kg, no longer an XL, but an L. I am embracing my new weight and finally accepting that maybe I do look slimmer than before. I am changing my diet to a (hopefully) healthier one.
Alasan gue menulis ini... Entahlah. Maybe I just want to be naked and admit some things that went through my mind. Menulis ini pasti akan memancing judgement beberapa orang. Orang-orang yang hanya melihat gue sebagai "Yaah, gitu aja pake dipusingin! Gitu aja sampe depresi". Atau apapunlah.
You know what?
I don't give it a damn. This is my dirty laundry, and I have the right to share it to the world. Cause, you know, sometimes, it feels relieving, not to keep it all by yourself.
Maybe you should try it sometimes. :-)
Anyway, they are closing the labkom now. Catch you later. See ya. :D
25 Agustus 2009
The One Where We Should Love Ourselves More
Take the time to write down ten things you love about yourself. Even if you don’t want to publish it, do it for your own sake. Look at your list. Add more, read it over when you feel down. Tag ten others to do the same. Appreciate yourself!
1. I love my sense of creativity. Sometimes, I don't realize it, but I believe it is actually one of many things that brings me here, to this one particular point in my life.
2. I love the fact that some people do like me and care for me, eventhough sometimes I deny that lovely truth.
3. I love the fact that I may have been the perfect boyfriend candidate for people who have this fetish for "awkwardly-nerdie-big-dude
4. I love to be born as a minority in this country. Cause I've learned to tolerate and love diversity (eventhough some people don't really do that).
5. I love my new haircut. It makes me feel... sociable enough? Weird choice of word. My dad hates my new haircut, but I don't give it a damn. If being a doctor means being boring, well, I will be the not-boring doctor then.
6. I love my personality. It is complex enough to make you remember me. You can love or hate me, but certainly you WILL remember me. :-)
7. I love the fact that I have achieved some things once I could only dream about. Making movies, making my way to one organization's top people, having strangers reading and liking my thoughts, winning competitions, being on national teve, etc, etc.
8. I love the fact that my life is a drama. Seriously, a DRAMA. Once I had this psycho chick coming after me. Once I had this amazingly beautiful person who stood up for me eventhough there were rumors and gossips. Once there was also this psycho dude. Once there was also this death threat. Once I was in this weird love triangle. Once I used to be one's friend. Once I found out the secret lives of some people (but let it still be secrets). Life is and never will be boring, you know. ;-)
9. I love the fact that eventhough I may not even achieve my weight goal, I can still look damn cute. Hahaha. WTF.
10. I love the fact that slowly-but-sure I am accepting my Self.
Enough about me. What do YOU love about YOURSELF?
03 Agustus 2009
The One Where Mbah Surip Has Gone
Begitu shocked-nya gue mendengar berita kalau Mbah Surip sudah meninggal dunia, gue langsung bela-belain online *cari alasan mode on*. Dan bener, begitu gue sudah tergabung secara resmi ke YM, Bunga (bukan nama sebenarnya) langsung membombardir gue dengan berita ter-updatenya.
Bunga: Bos, mbah surip meninggal.
Droo: Iya, gue shocked. Kapan, gara-gara apa sih?
Sambil menunggu jawaban Bunga, gue pun mulai melakukan my famous Google research dan menemukan kenyataan yang mengejutkan itu. Gila, ya. Memang benar, nasib orang gak ada yang bisa menduga.
Manusia.
Begitu rapuh dan tak terduga.
Bunga: Baru sejam lalu, serangan jantung katanya.
Hm, Detik.com masih belum bisa menelusuri penyebab wafatnya beliau. Masih misterius. Tapi gosip yang beredar memang sejauh ini kemungkinan adalah serangan jantung.
Droo: Ya ampun. Kasian banget. Orangnya sederhana gitu, dan baru juga terkenal sekarang.
Bunga: Iyaaa. Uangnya masih utuh!
...
Er, oke. Bukan itu yang pertama melintas di kepala gue sih. Anyway, di saat seperti ini, gue pun langsung menyadari betapa menyedihkannya hal ini. Ironis gak sih? Meninggal di saat dia paling booming. Dan bener juga sih kata, Bunga: UANGNYA MASIH UTUH gitu.
Droo: Katanya royalti lagunya aja sampe milyaran. Belum dicairkan tapi. Dulu pernah denger beritanya.
Bunga: Ya ampuuun. Gue mau ngaku jadi anaknya.
...
Manusia.
Begitu rapuh dan tak terduga, memang.
Rest in peace, mbah.
Edited
Okay. I must say this is like the weirdest day ever. Setiap gue liat Metro TV, selalu ada sesuatu yang layak masuk breaking news.
Pertama berita kecelakaan kereta api. Lalu ada, tentu saja, the tragic death of Mbah Surip. Dan terakhir gue menyalakan Metro TV, sekarang sudah ada lagi pesawat jatuh di Papua. Apa yang sedang terjadi sih??
31 Juli 2009
The One With a Facebook Stalker
Your Facebook Stalker (Baby, Please!)
Lyrics by A. Handisurya
I'm logging in, trying to see
if there's new notification today
(lots, but none from you)
Where the hell have you been?
Are you cruising to that tropical island again?
Like what I saw on those "Photos of" you
I'm about to have a breakdown here
So, please, please, please
update your status now
tag more of your picture
Babe, please, please, please
cause I can't help myself now
I'm just your Facebook stalker
There's nothing new on your wall
Not even a single quiz result
(or any recent activities!)
What are you up to now?
Are you moving to another site again?
Like the one with those birds and whale
I'm about to have a breakdown here
Oh, please, please, please
update your status now
tag more of your picture
Babe, please, please, please
cause I can't help myself now
I'm just your Facebook stalker
I know this is just unreal
but the truth is
I won't even stand a chance
to be with you, you're just too
good to be true
So that's why I'm begging you
Oh, please, please, please
update your status now
tag more of your picture
Babe, please, please, please
cause I can't help myself now
I'm just your Facebook stalker
So, please, please, please
update your status now
tag more of your picture
Babe, please, please, please
cause I can't help myself now
I'm just your Facebook stalker
(Cause that's the only way for me to know you)
31/07/09
in front of my computer
stalking? just guess
"Your Facebook Stalker (Baby Please)" is the latest (almost-possibly) hit song for this year! If only it had a melody. :p Berharap ada orang kurang kerjaan yang mau membuatkan melodi untuk lirik ini. Hahaha.
Anyway, just admit that the song is somehow related to you. We are all just a bunch of psycho stalkers, aren't we? *winks*

